Ngobrol Kamis “Penguatan Kepemimpinan Kesekretariatan Menuju Pemilu 2029: Membangun Budaya Kerja Profesional, Adaptif, Kolaboratif, dan Berintegritas”
|
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara, Iwan Rompo Banne, S.Sos., M.Si.. Dalam sambutan pembukaannya, Iwan Rompo Banne menegaskan pentingnya komitmen kolektif dari seluruh lini pengawas dan kesekretariatan di wilayah Sulawesi Tenggara untuk mulai membangun desain pengawasan jangka panjang yang adaptif dan tangguh menghadapi dinamika Pemilu 2029.
WAKATOBI – Jajaran Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wakatobi mengikuti forum diskusi daring "Ngobrol Kamis" pada Kamis (20/8/2026). Diskusi strategis ini mengangkat tema “Penguatan Kepemimpinan Kesekretariatan Menuju Pemilu 2029: Membangun Budaya Kerja Profesional, Adaptif, Kolaboratif, dan Berintegritas”.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara, Iwan Rompo Banne, S.Sos., M.Si.. Dalam sambutan pembukaannya, Iwan Rompo Banne menegaskan pentingnya komitmen kolektif dari seluruh lini pengawas dan kesekretariatan di wilayah Sulawesi Tenggara untuk mulai membangun desain pengawasan jangka panjang yang adaptif dan tangguh menghadapi dinamika Pemilu 2029.
Usai dibuka resmi, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Pemantik Utama, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Jalaludin, S.Pd., M.Pd. Di hadapan jajaran daerah, Dr. Jalaludin membedah secara filosofis hakikat dari sebuah budaya kerja. Menurutnya, budaya adalah akumulasi dari pola pikir, cara hidup, niat, perilaku, serta olah akal dan budi.
"Membangun budaya kerja yang kokoh harus dimulai dari niat awal di dalam hati, yang kemudian turun ke cara pandang atau berpikir, hingga akhirnya terinternalisasi menjadi perilaku nyata sehari-hari. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berbicara tentang budaya kerja, kita wajib memenuhi syarat nilai dasar, yaitu profesionalisme dan integritas," tegas Dr. Jalaludin.
Lebih lanjut, ia mengaitkan nilai dasar tersebut dengan UU No. 20 Tahun 2023 Pasal 3 ayat (1) dan (2) mengenai kewajiban ASN memegang teguh ideologi Pancasila, UUD 1945, serta setia kepada NKRI dan pemerintahan yang sah. Nilai dasar ini wajib diimplementasikan melalui core values ASN BerAKHLAK, yaitu Berorientasi pada pelayanan, Akuntabel, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Dari sisi regulasi kelembagaan, Dr. Jalaludin memperkuat pondasi hukum kesekretariatan berdasarkan Pasal 147 Ayat 1 UU No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum mengenai pembentukan sekretariat untuk mendukung kelancaran tugas Bawaslu di semua tingkatan hingga Panwaslu Kecamatan. Hal ini diperkuat oleh Perpres No. 68 Tahun 2018 Pasal 2 dan Pasal 4 yang menegaskan struktur sekretariat bersifat hierarkis dengan tugas mutlak memberikan dukungan administrasi dan teknis operasional, serta diselaraskan dengan Pasal 71 Perbawaslu No. 1 Tahun 2021. []
Di akhir arahannya, Dr. Jalaludin menyampaikan pesan spiritual penyejuk mengenai esensi kemanfaatan: "Sesuatu yang engkau lihat tidak berharga, boleh jadi hal tersebut menjadi alat penyelamat bagi selainmu. Jika kamu berbuat baik, sesungguhnya kamu berbuat baik pada dirimu sendiri (QS. Al-Isra: 7). Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain (HR. ath-Thabrani)".
Akselerasi Kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Wakatobi
Merespons arahan kaya makna dari Ketua Bawaslu Sultra dan Pemantik Utama tersebut, Kasubag Administrasi Bawaslu Kabupaten Wakatobi, Nurmila, S.H., tampil sebagai narasumber inti untuk memaparkan kesiapan taktis di tingkat daerah kepulauan. Nurmila mengupas tuntas Visi Budaya Kerja Menuju 2029 di lingkungan Bawaslu Wakatobi yang bertumpu pada empat pilar, yaitu profesional, adaptif, kolaboratif, dan berintegritas.
Selain visi budaya kerja, Nurmila, S.H., juga memaparkan secara sistematis mengenai alur kerja kepemimpinan kesekretariatan di Bawaslu Wakatobi. Alur kerja ini dirancang terstruktur agar setiap kebijakan administratif berjalan linier, cepat, dan akurat—mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian staf, pelaksanaan fasilitasi teknis di lapangan, hingga tahap evaluasi dan pelaporan akuntabilitas.
"Alur kerja kepemimpinan yang tertata dengan baik akan meminimalisir potensi kesalahan administratif, baik di tingkat kabupaten hingga jajaran Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Wakatobi. Kita ingin memastikan jajaran Kesekretariatan Bawaslu Wakatobi benar-benar siap menjadi motor penggerak yang tangguh, bersih, dan berintegritas demi suksesnya Pemilu 2029," jelas Nurmila dalam rilis materinya.
Melalui pelaksanaan "Ngobrol Kamis" ini, Kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Wakatobi berkomitmen penuh menginternalisasikan seluruh nilai kepemimpinan, regulasi, dan landasan spiritual yang telah dipaparkan demi mewujudkan tata kelola administrasi pemilu yang modern, kokoh, dan tepercaya di Bumi Archipelago