Lompat ke isi utama

Berita

Strategi Pengawasan PDPB

KLJB

Diskusi Strategi Pengawasan PDPB

Diskusi kali ini mengangkat tema Strategi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) serta Teknis Penyusunan Formulir Hasil Pengawasan guna meningkatkan kapasitas dan pengetahuan jajaran sekretariat.

Wakatobi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wakatobi kembali menggelar program diskusi mingguan yang dikenal dengan istilah Senin  Giat Diskusi Internal Soal Pemilu dengan akronim SIGADIS. 

Diskusi kali ini mengangkat tema Strategi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) serta Teknis Penyusunan Formulir Hasil Pengawasan guna meningkatkan kapasitas dan pengetahuan jajaran sekretariat.

Forum sengaja didesain interaktif agar memberikan ruang yang lebih luas bagi para peserta untuk saling bertukar pikiran dan mengupas tuntas kendala teknis di lapangan.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Bawaslu  Wakatobi, La Hudia sementara yang menjadi nara sumber adalah Staf Divisi HPPH Bawaslu Wakatobi, Muhammad Sukrin. 

Dalam paparannya, Muhammad Sukrin menjelaskan bahwa strategi pengawasan PDPB harus berbasis pada kecermatan data kependudukan yang dinamis. 

“Elemen data pemilih baru maupun yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) seperti warga meninggal dunia atau beralih status TNI/Polri menjadi objek utama dalam pencermatan,” ujarnya. 

Selain data pemilih, Sukrin juga memberikan simulasi mendalam mengenai teknis pengisian Formulir Hasil Pengawasan (Form A). Ia menegaskan pentingnya menuangkan kronologi secara detail, objektif, dan sistematis karena Form A merupakan alat bukti hukum otentik dalam pengawasan pemilu.

Menjelang akhir kegiatan, Anggota Bawaslu Wakatobi,  Arfis memberikan arahan penutup sekaligus evaluasi terhadap jalannya diskusi.

Arfis menekankan agar materi strategi pengawasan tidak sekadar menjadi teori, melainkan harus diimplementasikan secara aktif melalui aksi nyata pengawasan di lapangan demi menjaga integritas data. 

Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Wakatobi, Harmin A  memberikan penguatan dari sisi administratif. Ia meminta seluruh staf untuk terus menjaga soliditas, meningkatkan tertib administrasi pelaporan, dan memastikan kualitas dukungan fasilitasi kesekretariatan berjalan optimal demi kelancaran tugas-tugas pengawasan ke depan. (Humas)