Bawaslu Wakatobi Hadiri HUT Bharata Kahedupa ke-766, Momentum Merawat Budaya dan Menguatkan Demokrasi
|
Bawaslu Kabupaten Wakatobi hadir sebagai undangan yang diwakili oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Wakatobi, La Hudia, S.P., M.H., dan Anggota Bawaslu Kabupaten Wakatobi, Asyari Suyanto, S.T., yang juga merupakan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa.
Wakatobi, 6 Agustus 2026 — Warisan budaya tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi nilai yang terus hidup dan membentuk cara masyarakat membangun kebersamaan. Semangat tersebut turut mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bharata Kahedupa ke-766 Tahun 2026 yang dihadiri oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wakatobi, Kamis (6/8/2026).
Bawaslu Kabupaten Wakatobi hadir sebagai undangan yang diwakili oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Wakatobi, La Hudia, S.P., M.H., dan Anggota Bawaslu Kabupaten Wakatobi, Asyari Suyanto, S.T., yang juga merupakan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa.
Kehadiran Bawaslu Wakatobi dalam momentum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang saling menopang antara demokrasi dan kebudayaan. Keduanya memiliki ruang yang saling berkaitan dalam kehidupan masyarakat.
Demokrasi membutuhkan budaya politik yang sehat, seperti toleransi, keterbukaan, penghargaan terhadap perbedaan, serta kesediaan untuk hidup berdampingan. Di sisi lain, kebudayaan juga membutuhkan ruang kebebasan yang demokratis agar beragam ekspresi, tradisi, dan nilai yang hidup di tengah masyarakat dapat terus berkembang secara adil.
Demokrasi Tumbuh Bersama Budaya
Ketua Bawaslu Kabupaten Wakatobi, La Hudia, S.P., M.H., mengatakan bahwa demokrasi tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan Pemilu/Pemilihan dapat dilakukan dengan dengan pendekatan kearifan lokal masyarakat setempat yang tekah mengakar, hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat itu sendiri
Ia menambahkan, keberagaman budaya yang dimiliki masyarakat Wakatobi merupakan kekuatan bersama yang perlu dijaga. Tradisi dan nilai lokal tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi juga dapat menjadi media untuk mnggembangkan parttisipatif masyarakat yang lebih luas dalam melakukan pengawasar Pemilu dan Pemilihan.
Menurut La Hudia, menjaga demokrasi pada akhirnya bukan hanya menjadi tugas lembaga penyelenggara pemilu, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Kebudayaan Membutuhkan Ruang Demokratis
Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Wakatobi, Asyari Suyanto, S.T., mengatakan bahwa kebudayaan dan demokrasi memiliki hubungan yang saling menguatkan.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan ruang yang terbuka untuk menyampaikan gagasan, mengekspresikan identitas budaya, serta mempertahankan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu.
“Kebudayaan dan demokrasi saling menguatkan. Ketika masyarakat memiliki ruang untuk berekspresi, berdialog, dan menghargai perbedaan, demokrasi menjadi lebih hidup. Pada saat yang sama, kebudayaan memiliki ruang untuk tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkap Asyari.
Ia menilai, keberagaman yang ada di Wakatobi merupakan modal sosial yang penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Perbedaan tidak seharusnya menjadi batas, melainkan dapat menjadi kekuatan ketika disikapi dengan toleransi dan saling menghargai.
Merawat Warisan, Menjaga Kebersamaan
Peringatan HUT Bharata Kahedupa ke-766 menjadi momentum untuk kembali melihat pentingnya kebudayaan dalam kehidupan masyarakat Wakatobi. Perjalanan panjang Bharata Kahedupa menunjukkan bahwa nilai dan tradisi dapat terus hidup ketika dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bagi Bawaslu Kabupaten Wakatobi, merawat demokrasi juga berarti ikut membangun lingkungan sosial yang memberikan ruang bagi keberagaman, keterbukaan, dan partisipasi masyarakat.
Demokrasi yang kuat tidak hanya dibangun melalui aturan dan kelembagaan, tetapi juga melalui budaya masyarakat yang menghargai perbedaan dan menjunjung kebersamaan.
Melalui momentum HUT Bharata Kahedupa ke-766, semangat tersebut diharapkan terus tumbuh: merawat warisan budaya, memperkuat kebersamaan, dan bersama-sama menjaga kehidupan demokrasi di Wakatobi.