Persiapan Pendidikan Pemilu Partisipatif 2026
|
Kepala Bagian Pengawasan Pemilu dan Humas Bawaslu Sultra, Syahar Ibnu Isnain juga pemateri menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan menggunakan skema II (kedua) secara offline di Bawaslu Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan 20 orang peserta.
Bawaslu Wakatobi, Rabu (6/5/2026) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara melaksanakan rapat (zoom) tentang persiapan pelaksanaan Pendidikan Pengawas Pemilu Partisipatif (P2P) tahun 2026. Rapat dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara, Iwan Rompo Bane didampingi Pimpinan Bawaslu Sulawesi Tenggara yang lain, yakni Bahari dan Darma.
Iwan Rompo Bane mengatakan bahwa Bawaslu Provinsi akan melaksanakan monitoring pada kegiatan yang akan dilaksanakan pada 15 mei 2026 hingga minggu ketiga juni 2026 ini.
Sementara itu, Bahari dalam sambutannya mengungkapkan bahwa ada beberapa skema yang bisa dilaksnakan pada kegiatan P2P ini, namun Bawaslu Sulawesi Tenggara menggunakan skema yang kedua yaitu dilaksanakan secara offline dengan peserta sekitar 20 orang.
“Saya berharap Bawaslu Kabupaten/Kota bisa mengidentifikasi beberapa organisasi yang bisa mengikuti kegiatan ini baik organisasi mahasiswa seperti HMI, PMII, GMNI maupun organisasi masyarakat,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Darma menyampaikan pesan agar teman-teman panitia Bawaslu Kabupaten/Kota agar selektif dalam merekrut peserta karena pengalaman sebelumnya pada saat mulai tahapan pemilu alumni P2P ini tidak diketahui keberadaannya padahal diharapakan bisa berpartisipasi termasuk keterwakilan perempuan.
“P2P ini pesertanya kita harapkan lebih aktif dan menjiwai sehingga outputnya bisa lebih maksimal, jangan mencari yang penting sudah cukup tapi harus dibuka seluas-luasnya,” ujarnya.
Kepala Bagian Pengawasan Pemilu dan Humas Bawaslu Sultra, Syahar Ibnu Isnain juga pemateri menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan menggunakan skema II (kedua) secara offline di Bawaslu Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan 20 orang peserta.
Dan waktu pelaksanaannya 15 mei 2026 dan minggu ke-3 juni 2026 dengan peserta secara selektif dengan memastikan peserta yang direkrut adalah orang yang bisa mewakafkan dirinya menjadi mitra Bawaslu.
P2P akan dilaunching pada 15 mei 2026 yang akan datang dan penyerahan peserta satu minggu sebelum kegiatan yakni 1 juni 2026.
Rapat yang dilaksanakan secara daring oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara ini diikuti oleh Pimpinan Bawaslu Sulawesi Tenggara, Kepala Sekretariat, Kepala Bagian, Staf Bawaslu Provinsi, Pimpinan Bawaslu Kabupaten/Kota, Kepala Sekretariat dan staf. (Humas)