Refleksi Setahun Ngobrol Kamis Bawaslu Sultra
|
Pada kesempatan ini juga, Iwan Rompo mengumumkan reward atau penghargaan kepada pemateri Bawaslu Kabupaten/Kota yang dianggap baik saat menjadi nara sumber pada kegiatan Ngobrol Kamis dengan aspek penilaian yang meliputi: penguasaan materi, kualitas materi, dan kemampuan menjawab pertanyaan dalam berdiskusi.
Wakatobi, Kamis (23/07/2026) seperti biasa, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan Ngobrol Kamis. Dan kali ini idenya evaluasi tentang kegiatan yang rutin dilaksanakan tiap kamis ini dengan tema Setahun Menginspirasi Refleksi Perjalanan Ngobrol Kamis Bawaslu Sultra.
Anggota Bawaslu Sulawesi Tenggara (Sultra) Indra Eka Putra mengatakan setahun refleksi perjalanan Ngobrol Kamis Bawaslu Sultra masih banyak yang perlu ditingkatkan dan diperbaharui. Ia berharap agar peserta yang terdiri dari Pimpinan, Kepala Sekretariat dan Staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara aktif mengikuti program “Ngobrol Kamis” sebagai bentuk partisipasi, silahturahmi dan pertukaran ide peserta yang ada didalamnya.
Anggota Bawaslu Sulawesi Tenggara yang lain, H. Heri Iskandar berharap bahwa dalam evaluasi ini bisa memberikan motivasi kepada peserta agar lebih memperkaya khasanah Ngobrol Kamis dimasa mendatang.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Sultra selaku pemateri dalam forum ini, Iwan Rompo menjelaskan bahwa Ngobrol Kamis saat digagas masuk di tahap ideal mula-mula (milestone) diawali dengan memanfaatkan masa non tahapan, evaluasi kolektif pengalaman tahapan lalu (peer-learning), mengkanalisasi forum diskusi yang lebih terarah dan berkelanjutan, dan tumbuh sebagai kapasitas kolektif dan knowledge creator.
Dan yang ingin kita capai bersama, lanjut Iwan adalah sebagai berikut:
Ideasi, yakni selalu ada hal-hal baru, gagasan baru, dan kreativitas baru;
Evaluasi kolektif, yakni pengalaman tiap-tiap orang untuk semua orang;
Iterasi, yakni pembelajaran yang berulang dan bervariasi membawa kita pada kondisi yang sama yaitu perbaikan;
Technical excelence, yakni kita memperbaiki standar mutu teknis pengawasan, SDM, PPPSP, dan hukum yang cenderung seragam dan adaptif;
Feedback, yakni selalu ada catatan kritik atau saran ditiap sesi yang membawa dampak pada TUSI organisasi;
Komunikasi publik, yakni Ngobrol Kamis memberikan kita forum ujian untuk melatih soft-skil kita dalam berkomunikasi;
Prototipe, yakni kita menemukan kekurangan, tapi kita juga menemukan keunikan dan keunggulan di materi-materi tertentu;
Dan kesempatan bertumbuh, yakni setiap orang diberikan kesempatan yang sama untuk mengelola pengetahuan dan mental melalui dialog dan point of friction (titik perdebatan).
Pada kesempatan ini juga, Iwan Rompo mengumumkan reward atau penghargaan kepada pemateri Bawaslu Kabupaten/Kota yang dianggap baik saat menjadi nara sumber pada kegiatan Ngobrol Kamis dengan aspek penilaian yang meliputi: penguasaan materi, kualitas materi, dan kemampuan menjawab pertanyaan dalam berdiskusi.
Adapun beberapa pemateri yang menjadi nara sumber terbaik pada Ngobrol Kamis diantaranya: Harry Sukma Pradinata (Ketua Bawaslu Kolaka Timur); Sahinuddin (Ketua Bawaslu Kota Kendari); Wa Ode Nur Iman (Anggota Bawaslu Kota Kendari); Ashar (Anggota Bawaslu Konawe Utara); Ian Purnama Junior (Anggota Bawaslu Kolaka Timur); Baharudin La Puka (Ketua Bawaslu Buton Selatan); dan Restu Tabara (Anggota Bawaslu Konawe).
Iwan Rompo dalam kata penutupnya berharap agar Ngobrol Kamis kedepan dijadikan sebagai tempat “pertempuran gagasan dan ide” untuk menambah wawasan dan pengetahuan.
Hadir juga diruang zoom pada kegiatan ini adalah Pimpinan, Kepala Sekretariat dan Staf HPPH Bawaslu Kabupaten Wakatobi.
Humas Bawaslu Wakarobi